Gardian: Menginspirasi Ribuan Pemuda untuk Revolusi Pendidikan di Indonesia

Indonesia, dengan kelebihan reward demografi yang signifikan, memiliki peluang besar untuk mencapai kemajuan. Namun, potensi ini tidak dapat diwujudkan tanpa dasar pendidikan yang kokoh. Menanggapi tantangan ini, muncul gerakan inspiratif bernama Gardian, yang berkomitmen untuk menggerakkan 20.000 pemuda dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan manifestasi nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian untuk masa depan bangsa.

Mengapa Gardian Penting? Pendidikan sebagai Pilar Utama Bangsa

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Negara maju selalu didukung oleh sumber daya manusia berkualitas. Sayangnya, ketimpangan pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar, fasilitas yang memadai, dan akses ke pembelajaran inovatif. Inilah tantangan yang ingin diatasi oleh Gardian. Dengan fokus pada pemberdayaan pemuda sebagai agen perubahan, Gardian bertujuan untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dari Sabang hingga Merauke. 1NMENANG referensi Tautan 1NWIN

Melangkah Bersama: Strategi dan Dampak Nyata Gardian

Gardian tidak hanya berfokus pada kuantitas tetapi juga kualitas. Para pemuda yang terlibat akan mendapatkan pelatihan, mulai dari metode pedagogi modern-day, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, hingga pengembangan karakter siswa. Mereka akan turun ke berbagai daerah, bekerja sama dengan sekolah dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan inspiratif.

Dampak yang diharapkan dari gerakan 20.000 pemuda Gardian ini sangat besar:

  • Peningkatan Akses dan Kualitas: Kehadiran para pemuda Gardian akan bisa mengurangi kesenjangan pendidikan, terutama di daerah terpencil, terluar, dan terdepan (3T).
  • Inovasi Pembelajaran: Pemuda membawa energi dan ide-ide segar. Mereka akan memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
  • Penguatan Karakter: Selain aspek akademis, Gardian juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ethical pada generasi muda.
  • Pemberdayaan Komunitas: Gerakan ini akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan, menciptakan rasa memiliki terhadap kemajuan pendidikan di lingkungan mereka.

” Guardia: 20 Ribu Pemuda Penggerak Pendidikan Indonesia” adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan semangat kepemudaan dapat menjadi kekuatan transformatif dalam memajukan bangsa.

Kolaborasi Multisektoral: Kunci Keberhasilan Gardian

Keberhasilan Gardian tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan tentu saja, masyarakat luas menjadi kunci. Dengan sinergi yang kuat, Gardian bukan hanya menjadi sebuah program, melainkan sebuah gerakan nasional yang berkelanjutan, menggerakkan roda pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan kita, dan Gardian adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkannya.

PTKI Terdampak Banjir di Sumatera: Kemenag Tawarkan Solusi Relaksasi Akademik

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera telah membawa duka dan kerugian besar, termasuk dalam sektor pendidikan. Ribuan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di wilayah terdampak menghadapi tantangan signifikan untuk melanjutkan kegiatan akademik mereka. Menyikapi situasi darurat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dengan cepat mengeluarkan kebijakan relaksasi akademik. Kebijakan ini bertujuan untuk menjadi solusi di tengah kesulitan, dengan memastikan keselamatan dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa PTKI yang terkena dampak.

Ujian dari Alam: Dampak Banjir terhadap Pendidikan Tinggi Keagamaan

Banjir dan tanah longsor di Sumatera telah memberikan dampak signifikan bagi berbagai komunitas, termasuk dunia akademik. Information menyebutkan sekitar 30 perguruan tinggi mengalami dampak, mulai dari kerusakan fasilitas kampus, akses yang terputus, hingga gangguan listrik dan komunikasi. Keadaan ini secara langsung mengganggu proses belajar mengajar, pelaksanaan ujian, serta penelitian. Mahasiswa tidak hanya kehilangan akses fisik ke kampus, tetapi juga menghadapi tantangan psikologis dan finansial akibat bencana, yang bisa menyebabkan penundaan kelulusan atau bahkan putus studi.

Solusi di Tengah Bencana: Relaksasi Akademik oleh Kemenag

Menyadari situasi mendesak ini, Kemenag dengan cepat memperkenalkan kebijakan relaksasi akademik untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa PTKI yang terdampak. Kebijakan ini mencakup penyesuaian jadwal kuliah dan ujian, perpanjangan masa studi, dan peraturan khusus terkait pembayaran SPP atau dukungan finansial lainnya, dengan tujuan memastikan keberlanjutan pendidikan tanpa terbebani oleh dampak langsung bencana.

Kolaborasi Penanganan: Dukungan dari Kemdiktisaintek

Upaya penanganan bencana ini tidak hanya dilakukan oleh satu kementerian. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) turut ambil bagian dalam upaya pemulihan. Kemdiktisaintek berfokus pada pemulihan infrastruktur kampus, menyediakan bantuan teknis, dan mendukung dosen dan staf pengajar. Kerja sama antara kementerian ini menunjukkan tekad pemerintah untuk memulihkan institusi pendidikan dan kembali melancarkan aktivitas akademik.

Banjir di Aceh melumpuhkan sebagian kegiatan PTS menyebabkan beberapa kampus terisolasi dan harus menunda aktivitas akademik selama satu hingga dua minggu.

Pandangan dan Masa Depan: Membangun Ketahanan Pendidikan

Relaksasi akademik dan upaya pemulihan adalah langkah awal yang essential. Namun, tantangan utama ke depan adalah membangun ketahanan sistem pendidikan tinggi agar lebih siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Strategi ini mencakup pengembangan infrastruktur kampus yang tahan bencana, sistem pembelajaran jarak jauh yang efektif, dan program dukungan psikososial bagi komunitas akademis. Dengan demikian, meski alam kembali menguji, semangat untuk belajar dan mengajar tidak akan surut.

Perjuangan SMAN 37 Jakarta: Edukasi di Tengah Desakan dan Deru Rel Kereta

SMAN 37 Jakarta adalah sekolah yang terletak di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, dengan cerita unik dalam dunia pendidikan. Posisi sekolah ini hanya sekitar lima meter dari jalur kereta api aktif, memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari sekolah lainnya. Kebisingan dan getaran kereta api sering kali menemani para siswa selama jam pelajaran berlangsung.

Harmonisasi Kereta dan Tantangan Belajar

Bayangkan sebuah proses belajar mengajar di mana setiap tiga hingga lima menit, bunyi keras dan getaran dari kereta yang lewat memecahkan konsentrasi. Begitulah kondisi yang dialami guru dan siswa di SMAN 37 Jakarta. Kebisingan yang mencapai 70 desibel ini tidak hanya mengganggu namun juga memaksa proses belajar untuk berhenti sejenak. Meja bergetar, papan tulis bergoyang, dan materi pelajaran tertunda hingga kereta berlalu. Ini adalah tantangan besar dalam mencapai efektivitas pembelajaran yang diharapkan.

Adaptasi dan Harapan di Tengah Keterbatasan

Di tengah tantangan ini, civitas akademika SMAN 37 Jakarta menunjukkan daya adaptasi dan semangat yang tinggi. Para guru harus mencari cara kreatif untuk tetap menyampaikan materi, sementara siswa belajar mengelola fokus di tengah gangguan. Di balik adaptasi ini, terdapat harapan besar untuk memiliki lingkungan belajar yang lebih kondusif dan aman.

Kekhawatiran tentang keselamatan juga menjadi isu penting. Kedekatan sekolah dengan rel kereta api menimbulkan risiko signifikan bagi siswa dan staf. Oleh karena itu, diskusi mengenai relokasi terus menjadi topik hangat dan mendesak. Situs Togel

Harapan Baru: Relokasi Menuju Masa Depan Lebih Baik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pendidikan, telah mengumumkan rencana untuk merelokasi dan membangun kembali SMAN 37 Jakarta. Lokasi baru yang direncanakan sekitar 1 kilometer dari lokasi lama diharapkan dapat mengatasi masalah kebisingan, getaran, dan risiko keselamatan dengan solusi permanen.

Relokasi ini tidak sekadar memindahkan bangunan fisik, melainkan juga menciptakan lingkungan belajar yang ideal di mana siswa dapat berkonsentrasi dan guru dapat mengajar tanpa gangguan. Dengan lokasi yang lebih aman dan tenang, SMAN 37 Jakarta diharapkan dapat semakin meningkatkan prestasi dan melahirkan generasi penerus yang unggul.

Menuju Pendidikan yang Lebih Berkualitas

Kisah SMAN 37 Jakarta mengingatkan kita akan pentingnya lingkungan yang mendukung dalam pendidikan. Relokasi ini menandai babak baru bagi sekolah, sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan komunitas sekolah. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, SMAN 37 Jakarta siap menyambut masa depan yang lebih baik, bebas dari ‘harmonika kereta’ yang selama ini menjadi bagian dari sejarah pendidikannya.

Kenapa Generasi Muda Jakarta Beralih dari Seragam Sekolah ke Dunia Kerja?

Fenomena di Jakarta di mana anak-anak lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan formal menjadi perhatian serius. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang prioritas, kondisi sosial, dan masa depan generasi muda di salah satu pusat perekonomian terbesar di Indonesia. Laporan terbaru menunjukkan bahwa keputusan untuk meninggalkan sekolah demi bekerja sering kali bukan berdasarkan pilihan, melainkan tuntutan ekonomi.

Dilema yang Sulit: Pendidikan vs. Kebutuhan Ekonomi

Menurut laporan dari Dinas Pendidikan Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Barat, sejumlah anak terpaksa menghentikan pendidikan mereka agar dapat bekerja. Alasan utama yang sering kali muncul adalah desakan ekonomi keluarga. Di tengah dinamika kota metropolitan dengan biaya hidup yang tinggi, banyak keluarga menghadapi dilema antara menjaga anak di sekolah atau memperoleh tambahan penghasilan untuk kebutuhan harian.

Anak-anak ini, meskipun masih dalam usia sekolah, merasa harus berkontribusi pada pendapatan keluarga. Mereka melakukan pengorbanan besar dengan menunda atau bahkan meninggalkan hak mereka untuk pendidikan demi memastikan kelangsungan hidup keluarga. Togel Online

Keresahan dari Berbagai Kalangan

Fenomena ini telah menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat luas. Media seperti Kompas.com dan Detik.com telah menyoroti kompleksitas isu ini dan dampaknya pada masa depan anak-anak. Kekhawatiran muncul mengenai hilangnya kesempatan bagi anak-anak ini untuk berkembang secara optimal, berisiko terjebak dalam lingkaran kemiskinan akibat keterbatasan pendidikan dan keterampilan.

Intervensi dan Harapan: Dukungan untuk Masa Depan

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merencanakan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah putus sekolah akibat faktor ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pendampingan intensif kepada anak-anak yang terpaksa bekerja dan menyediakan program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Tujuannya adalah membekali mereka agar dapat bersaing di dunia kerja sembari tetap mendorong agar pendidikan tidak sepenuhnya ditinggalkan. Harapannya, program-program ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak tersebut untuk kembali meraih impian mereka, atau setidaknya memastikan masa depan yang lebih cerah dengan keterampilan yang memadai.

Kolaborasi untuk Generasi Masa Depan

Isu anak-anak yang memilih bekerja di atas pendidikan merupakan refleksi dari tantangan sosial ekonomi yang luas. Mengatasinya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus bisa diakses oleh setiap anak. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan setiap anak di Jakarta dapat meraih potensi penuh mereka tanpa harus memilih antara pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.

SM Negeri 2 Pengaron: Membangun SDM Berkualitas untuk Pendidikan Unggul di Kalsel!

<div itemprop="text">
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words"><strong>Banjar, South Kalimantan</strong> — On the grand celebration of its 21st anniversary held on April 29, 2024, <a href="https://spendapron.sch.id/"><strong>SMP NEGERI 2 PENGARON</strong></a> celebrated not only its historical achievements but also reaffirmed its ongoing commitment to developing regional education quality based on excellence and independence values.</p>
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">The peak of the 21st-anniversary celebration took place in the school auditorium, attended by <strong>South Kalimantan Governor's Expert Staff in Community and Human Resources (HR), Husnul Khatimah</strong>, representing <strong>Governor Sahbirin Noor</strong>. In her speech, she emphasized that SMP NEGERI 2 PENGARON is not only a symbol of educational progress but also a <em>role model</em> that must continue to be strengthened.</p>
    <blockquote WPAuto_Base_Readability="10">
        <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">“As it turns 21, SMP NEGERI 2 PENGARON is expected to continue its best efforts for the advancement of education in South Kalimantan,” stated Husnul Khatimah. “We must build superior, quality, and characterful human resources, including graduates from SMP NEGERI 2 PENGARON.”</p>
    </blockquote>
    <h4 class="text-[17px] font-semibold leading-[28px] mt-[16px] mb-[8px] break-words"><strong>Establishing Education Based on Local Potential</strong></h4>
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Since its establishment in 2003, SMP NEGERI 2 PENGARON has grown from an ordinary school into a <strong>Driving School</strong> recognized by the Ministry of Education and Culture. The school's main focus is transforming education from a <em>‘knowledge course’</em> to <em>‘life learning’</em>:</p>
    <ul class="list-disc list-outside mb-[16px] mt-0 ml-[0px] mr-[0px] pl-[26px]">
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Implementation of <em>Project-Based Learning</em> (PjBL)</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Strengthening digital literacy and entrepreneurship</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Student involvement in community service programs</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Developing a curriculum based on local culture and environmental sustainability</li>
    </ul>
    <blockquote WPAuto_Base_Readability="9">
        <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">“This school is not just a place for learning—but a life laboratory where every student is encouraged to become an agent of change,” explained the Principal in his remarks.</p>
    </blockquote>
    <h4 class="text-[17px] font-semibold leading-[28px] mt-[16px] mb-[8px] break-words"><strong>Achievements Resonating National and Regional Levels</strong></h4>
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Over the two decades, SMP NEGERI 2 PENGARON has produced dozens of students with national-level achievements:</p>
    <ul class="list-disc list-outside mb-[16px] mt-0 ml-[0px] mr-[0px] pl-[26px]">
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">96% of graduates proceed to state universities</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">12 students reached the <em>National Science Competition (KSN)</em> in various fields</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Full scholarships from various national educational institutions</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Winners of the Provincial and National Student Innovation Competition</li>
    </ul>
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">These successes are not mere chance—they arise from a <strong>collaborative learning environment, dedicated teachers</strong>, and full support from local government and the community.</p>
    <h4 class="text-[17px] font-semibold leading-[28px] mt-[16px] mb-[8px] break-words"><strong>Future Vision: A Driving School that Builds the Nation</strong></h4>
    <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">To realize its long-term vision, SMP NEGERI 2 PENGARON is announcing new strategies to be launched in 2025:</p>
    <ul class="list-disc list-outside mb-[16px] mt-0 ml-[0px] mr-[0px] pl-[26px]">
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words"><strong>Future Achieving Student Program (SBM)</strong>: Training in leadership, entrepreneurship, and project management</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Collaboration with <em>local startups</em> and SMEs for real work training</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Formation of an <em>Environmentally Aware School</em> with student farming lands</li>
        <li class="text-[15px] pl-[6px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">Development of a <em>digital portfolio</em> as the standard for final student evaluation</li>
    </ul>
    <blockquote WPAuto_Base_Readability="9">
        <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">“Education is not just about chasing grades—but creating individuals capable of facing future challenges with skills, morals, and leadership spirit,” added the Principal.</p>
    </blockquote>
    <hr/>
    <blockquote WPAuto_Base_Readability="7">
        <p class="text-[15px] leading-[26px] mt-[8px] mb-[8px] break-words">🌿 <em>“A small school from a village can spark significant progress. SMP NEGERI 2 PENGARON has proven this.”</em> — South Kalimantan Governor's Expert Staff, Husnul Khatimah</p>
    </blockquote>
</div>

Kota Tual Bawa Harapan Maluku ke Ajang Nasional: Puluhan Siswa Siap Berjuang!

Kota Tual, Maluku — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia bagian timur, Kota Tual kembali mencapai prestasi luar biasa dalam bidang akademik dan kompetensi pelajar. Hari ini, 23 siswa dari berbagai tingkatan sekolah di Tual secara resmi ditetapkan sebagai duta pendidikan Maluku untuk berkompetisi di ajang tingkat nasional setelah berhasil melewati seleksi ketat di Maluku Timur yang diikuti ribuan peserta.

“Kami sangat bangga dengan prestasi luar biasa yang diraih oleh putra-putri terbaik Kota Tual. Mereka menjadi harapan baru bagi Maluku, siap mengharumkan nama daerah di pentas nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual dalam pidatonya pada acara pelantikan.

Prestasi yang Diraih

Para siswa ini telah meraih posisi juara 1 dan 2 dalam berbagai kompetisi provinsi meliputi:

  • Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA, Matematika, dan IPS
  • Lomba Debat Bahasa Indonesia
  • Lomba Cipta Karya Tulis Ilmiah (KTI)
  • Kompetisi Kesenian dan Keterampilan (tari, vokal, dan seni lukis)

“Bahkan, seorang siswa dari SMP Negeri 1 Tual berhasil meraih juara nasional dalam OSN bidang IPA, mencetak sejarah sebagai prestasi pertama Tual di tingkat nasional,” tambah salah seorang expert pendamping seleksi.

Sekolah Terbaik dan Pelatihan Intensif

Berbagai sekolah yang berhasil mengirimkan banyak utusan meliputi:

  • SD NEGERI 15 Tual
  • SMP Negeri 1 Tual
  • SMA Negeri 1 Tual
  • SMK Negeri 1 Tual
  • SMP Islam Al-Falah

Para peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan dipandu oleh tim expert dari Dinas Pendidikan dan mitra pendidikan dari Universitas Pattimura. Fokus utama pelatihan adalah pembinaan psychological, strategi kompetisi, serta kesiapan akademik dan fisik

Dampak Jangka Panjang

Program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagian dari visi strategis Kota Tual untuk:

  1. Meningkatkan standing pendidikan di Maluku Timur
  2. Menyusun plan pelatihan berkelanjutan untuk siswa berprestasi
  3. Menggalang perhatian pemerintah dan lembaga donor untuk pendidikan di daerah terpencil

“Tual tidak lagi hanya menjadi kota di ujung dunia– kini Tual adalah kota berprestasi. Semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk terus berkarya dan mencapai prestasi,” ungkap Ketua Komite Sekolah Kota Tual.

Langkah Selanjutnya

Tim pelatihan akan terus mempersiapkan siswa hingga hari kompetisi, termasuk:

  • Simulasi kompetisi di ruang yang menyerupai location nasional
  • Bimbingan psikologis untuk mengatasi tekanan kompetisi
  • Kunjungan studi banding ke kota dengan prestasi pendidikan unggul

Diharapkan tahun ini Kota Tual akan mencapai prestasi lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan bahkan menjadi daerah pertama di Maluku dengan perwakilan dalam lima kategori kompetisi nasional pada saat yang sama.

.

4 Brebes Private Vocational Schools Deal Free Education to Over 5,000 Impoverished Trainees with Rp 2 Million Help Each

Brebes, Jawa Tengah– Pada 27 MEI 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Kemitraan Sekolah Program ini menetapkan empat SMK swasta di Kabupaten Brebes sebagai sekolah mitra Untuk memberikan pendidikan bebas kepada siswa berstatus afirmasi, miskin, sangat miskin, dan miskin ekstrem.

Ruang Lingkup Program

  • Akreditasi minimum B adalah syarat bagi sekolah untuk bergabung dalam jaringan kemitraan.
  • Setiap sekolah akan menerima 36 siswa per rombongan belajar (Rombel) dengan overall kuota lebih dari 5.000 siswa secara provinsi. Program ini merupakan yang pertama sejenis di Indonesia, menurut Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK .
  • Bantuan dana sebesar Rp 2.000.000 per siswa akan disalurkan langsung ke sekolah untuk menutupi kebutuhan harian, seragam, sepatu, serta biaya asrama Saat dibutuhkan, buat pendidikan bebas bagi keluarga penerima manfaat. SMK MUHAMMADIYAH PAGUYANGAN

“Sekolah ini gratis dari gubernur. Selain itu, ada juga sekolah boarding lengkap, sekolah semi-boarding, beberapa yang konvensional dan satu rombel di asramakan, semuanya dibiayai gratis dari kebutuhan harian hingga sekolah, baju, sepatu, dan seterusnya.”– Djatnika Ainul Karim Kasubag TU Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah.

Dampak yang Diharapkan

  1. Peningkatan Akses Pendidikan bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu, menurunkan angka putus sekolah.
  2. Penguatan SDM vokasi melalui SMK yang sudah memiliki akreditasi B, sehingga lulusan siap pakai di dunia industri.
  3. Pengurangan beban ekonomi keluarga karena semua kebutuhan pendidikan dan asrama sudah ditanggung pemerintah.
  4. Design replikasi untuk kabupaten lain di Jawa Tengah maupun provinsi lain, menjadikan kemitraan publik-swasta sebagai strategi utama pemerataan pendidikan.

Langkah Selanjutnya

  • Dinas Pendidikan Wilayah XI akan Pantau implementasi dan menyusun laporan evaluasi tiap term untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
  • Ekspansi program ke lebih banyak SMK swasta di provinsi diproyeksikan pada tahun 2026, dengan target menambah kuota hingga 8.000 siswa .
  • Sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat desa-kota tentang hak memperoleh pendidikan gratis, guna mengoptimalkan pemanfaatan kuota.

“Program kemitraan yang dilakukan oleh Pemprov Jateng mampu menambah kuota hingga lebih dari 5.000 siswa . Program ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus menunaikan janji politik kami, memberikan akses pendidikan bagi siswa miskin.”– Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK .

.

SMPN 8 Yogyakarta Shines with Gold at 2025 Bali Choir Festival

SMPN 8 Yogyakarta sekali lagi mencapai kesuksesan yang mengesankan di panggung internasional. Pada 1 Agustus 202518 siswa dari SMA 8, bersama dengan beberapa perwakilan dari SMPN 1 Jogja, memenangkan a medali emas di Musik agama kategori di Festival Paduan Suara Internasional Bali (BICF) 2025held at the Balai Budaya Giri Nata Mandala, Badung, Bali.

“Delapan belas siswa dari sekolah ini berhasil membawa pulang medali emas di babak kejuaraan di Bali International Choir Festival (BICF) yang diadakan pada 1 Agustus 2025, di Bali.” – – Harian Jogja

Latar belakang festival

BICF 2025 berkumpul 3.500 penyanyi dari 40 negaramenjadikannya kompetisi paduan suara terbesar di wilayah Asia-Pasifik. Kompetisi ini menampilkan berbagai kategori, dari Paduan suara campuran ke Paduan suara anak -anakdengan standar penilaian tingkat internasional. SMP PIRI 2 YOGYAKARTA

Achievements of SMPN 8 Yogyakarta

Persiapan intensif

  • Terlibat dalam Latihan Harian Selama 6 Bulan dengan pelatih vokal profesional dan guru musik.

  • Terlibat dalam Kolaborasi lintas sekolah untuk memperkaya suara dan harmoni.

  • Berpartisipasi dalam Program Ekstrakurikuler Khusus Berfokus pada disiplin, kerja tim, dan apresiasi budaya.

Reaksi dan dukungan

  • The Principal of SMPN 8, Bapak Hadi Susantoberkomentar, “Prestasi ini menunjukkan bahwa investasi dalam seni dapat menghasilkan kesuksesan internasional.”
  • Kantor Pendidikan Kabupaten Sleman Rencana untuk meningkatkan dana untuk program musik di semua sekolah menengah pertama.
  • Orang tua dan anggota masyarakat Mengorganisir perayaan selamat datang di sekolah, menandai kebanggaan kolektif untuk pencapaian.

Dampak jangka panjang

  1. Memperkuat identitas budaya melalui interpretasi musik agama berkualitas tinggi.

  2. Menginspirasi siswa lain di Yogyakarta untuk terlibat dalam kegiatan artistik.

  3. Menciptakan peluang jaringan dengan lembaga musik nasional dan internasional, membuka beasiswa dan lokakarya masterclass.

Aspirasi masa depan

Itu Gita Maizan Children Choir bertujuan untuk Berpartisipasi dalam BICF 2026memperluas ke 25 peserta dan menjelajahi genre Paduan suara kontemporer. Sekolah juga berencana untuk mengintegrasikan a Program Teknologi Musik untuk memadukan vokal tradisional dengan produksi digital.

Inovasi Desa Belo: Pengembangan Tepung Mocaf Modern oleh Mahasiswa KKN

Memperkuat Mikro-Usus Lokal dan Meningkatkan Ekonomi Desa Belo: Siswa Inisiatif dengan Kemasan Tepung MOCAF yang inovatif

Desa Belo, Ganra Subdistrict, Soppeng Regency – On 5 Agustus 2025program inovatif berlangsung di Balai Desa Belo, dengan fokus pada upaya untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui strategi pengemasan modern. Inisiatif ini dipimpin oleh Batch 114 Siswa Literasi Universitas Hasanuddin (UNHAS)memperkenalkan produk bernilai tambah: Tepung MOCAF (Tepung Singkong) terbuat dari singkong.

“Produk ini adalah ciptaan oleh siswa KKN sendiri, yang dirancang dengan kemasan yang menarik dan modern untuk menunjukkan kepada masyarakat pentingnya penambahan nilai melalui kemasan yang tepat,” kata Cerita rakyatsalah satu peserta UNHAS KKN.

Program ini melampaui pelatihan, melibatkan Penyebaran dan penyerahan langsung kit pengemasan tepung MOCAF ke Kepala Desa Belo, Tn. Wahyu Asharie. Dalam sambutannya, kepala desa menekankan harapannya bahwa inisiatif ini akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutankhususnya dalam memperkuat peran ekonomi desa. SMAN 2 LUWU TIMUR

Fokus utama dari program ini

  • Kemasan Inovatif: Desain modern dan menarik yang meningkatkan marketabilitas produk.
  • Pemberdayaan UMKM: Membantu pengusaha lokal dalam memahami pentingnya branding dan pemasaran produk.
  • Kolaborasi Akademik-Komunitas: Siswa KKN memberikan pengetahuan teknis dan dukungan lapangan.

Dampak yang diharapkan

  1. Peningkatan pendapatan untuk petani singkong lokal dan produsen tepung MOCAF.
  2. Pengembangan Kewirausahaan melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran digital.
  3. Model yang dapat ditiru Untuk desa lain di Sulawesi Selatan dengan potensi agraria yang sama.

Langkah selanjutnya

Siswa KKN berencana untuk memperluas program ke desa -desa tetangga, menggabungkan Pelatihan Pemasaran Online Dan Jaminan Kualitas Standar untuk produk MOCAF. Diharapkan bahwa, dalam jangka menengah, produk -produk ini akan menembus pasar regional dan bahkan nasional.

“Melalui program ini, diharapkan bahwa orang -orang Desa Belo akan lebih didorong untuk mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan,” tambah Cerita rakyat.

Ketua TP‑PKK Lampung dan Pramuka SMA Al‑Kautsar Diskusikan Pemberdayaan Perempuan

Bandar Lampung – Pada Kamis (26/6/2025), Pramuka SMA Al-Kautsar mengadakan acara yang menghadirkan Purnama Wulan Sari MirzaKetua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung, untuk berbagi wawasan dalam Dialog Kepemimpinan 2025.

Wulan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampungmenekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan provinsi. Dia menyatakan, “Kontribusi dan peran wanita sangat diperlukan bagi pembangunan Lampung; melalui pemberdayaan dan emansipasi hak-hak perempuan, kesetaraan gender menjadi agenda utama yang harus diperjuangkan. “

3 Elemen Penting untuk Pembangunan

Wulan menjelaskan tiga pilar yang harus dikuasai generasi muda, terutama anggota pramuka:

Pramuka sebagai Ladang Kepemimpinan

Ketua TP-PKK menyoroti manfaat Pramuka dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, gotong royong, edukasi, dan kepemimpinan. Itu memuji program Scoutpreneur 2025yang mendorong siswa untuk mengembangkan usaha kreatif, seperti produk unggulan gantungan kunci yang kini telah dipasarkan secara luas, mencerminkan keberhasilan integrasi pendidikan formal dengan kewirausahaan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran generasi muda, khususnya perempuan, akan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan, dan emansipasi wanita,” ujarnya.

Harapan dan Aspirasi Pramuka

Perwakilan Pramuka SMA Al-Kautsar—Muhammad Abdullah Azzam, Ghaziah Nabila Fairuz, Nayaka Parahita Bastari, Siti Fatimah Azzahra, dan Aqilah Althafunisa—mengemukakan aspirasi terkait isu kesetaraan gender dan menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Azzam menambahkan, “Melalui dialog ini, kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan kompetitif.” SMAS Immanuel Bandar Lampung

Mengakhiri pertemuan, Wulan menyerukan sinergi antara TP-PKK, Dekranasda, dan Pramuka: “Wanita tidak hanya penerima, tetapi juga pemicu keputusan dalam proses pengembangan.”